Home Berita 25 Tahun Menekuni Dunia Lab, Rieswanti Sosok di Balik Layar Diagnosa Dokter...

25 Tahun Menekuni Dunia Lab, Rieswanti Sosok di Balik Layar Diagnosa Dokter di Kota Malang

MALANG — Di balik hasil pemeriksaan laboratorium yang menjadi salah satu dasar dokter dalam menegakkan diagnosis, terdapat tenaga kesehatan yang bekerja dengan ketelitian tinggi untuk memastikan sampel pasien dapat diperiksa dengan tepat. Salah satunya adalah Rieswanti Sunning Kustiarini, S.Tr.Kes, Tenaga Laboratorium Medik (TLM) yang telah berkecimpung di bidang laboratorium kesehatan selama kurang lebih 25 tahun.

Perjalanan Rieswanti di dunia kesehatan dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di bidang analis kesehatan. Ia menempuh pendidikan Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK) Bhakti Husada Kediri pada 1992–1995, kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Analis Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri hingga 1998.Setelah menyelesaikan pendidikan, Riswanti mulai bekerja di RSIB Gajayana Kota Malang pada 1999 hingga 2000. Pada 2001, ia menjadi aparatur sipil negara (ASN) dan ditempatkan di UPT Puskesmas Arjuno Kota Malang.

Selama 13 tahun, Rieswanti menjalankan tugas sebagai tenaga laboratorium di Puskesmas Arjuno, sebelum kemudian melanjutkan pengabdiannya di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Malang sejak 2014.Di Labkesda, ruang lingkup pekerjaannya tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan klinis. Rieswanti menjelaskan, pemeriksaan di laboratorium kesehatan daerah juga mencakup aspek kesehatan lingkungan, seperti pemeriksaan air, makanan dan minuman.“Kalau puskesmas itu yang diperiksa lebih ke klinisnya, pemeriksaan darah, pemeriksaan urin, cairan-cairan tubuh. Kalau di Labkesda Kota Malang itu lebih ke pemeriksaan lingkungan,” ujar Rieswanti.

Pemeriksaan makanan, misalnya, dilakukan untuk mengetahui apakah makanan memenuhi standar dan layak dikonsumsi. Pemeriksaan juga dapat mencakup mikroorganisme tertentu hingga pemeriksaan terhadap petugas yang menangani makanan.Seiring perkembangan layanan, laboratorium kesehatan masyarakat juga tidak hanya melakukan pemeriksaan lingkungan. Pemeriksaan klinis seperti darah dan urine turut dapat dilakukan.

Dari Puskesmas hingga Laboratorium Kesehatan Daerah

Pengalaman Rieswanti selama bertahun-tahun membuatnya menjalani berbagai karakter pelayanan laboratorium. Saat bertugas di puskesmas, pemeriksaan lebih banyak berkaitan dengan kondisi klinis pasien. Sementara di Labkesda, cakupan pemeriksaan juga bersinggungan dengan kesehatan lingkungan.Sejak 2019, Rieswanti juga dipercaya sebagai Penanggung Jawab Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di UPT Labkesda Kota Malang.

Selain perjalanan utamanya di fasilitas kesehatan tersebut, ia juga tercatat memiliki pengalaman bekerja di Klinik Idaman Hati Kabupaten Malang pada 2022.Rieswanti juga menceritakan pengalamannya sempat bertugas di RSUD Kota Malang selama sekitar tiga bulan pada 2024 sebelum kembali menjalankan tugas di lingkungan pelayanan kesehatan masyarakat.Rentang pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana profesi TLM tidak hanya berkutat pada satu jenis pemeriksaan.

Tenaga laboratorium dapat bekerja pada pemeriksaan klinis, kesehatan lingkungan hingga mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.Bekerja di Balik Layar untuk Membantu DiagnosisMenurut Rieswanti, keberadaan TLM masih belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah pekerjaan tenaga laboratorium yang lebih banyak berlangsung di balik layar.Padahal, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting dalam membantu dokter menegakkan diagnosis.“Kebanyakan orang tidak tahu apa sih analis itu. Karena kita bekerjanya di belakang layar,” kata Riswanti.

Ia menjelaskan, dokter tidak hanya mengandalkan gejala yang disampaikan pasien. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memperoleh informasi yang lebih spesifik mengenai kondisi tubuh pasien.

Rieswanti mencontohkan pemeriksaan darah pada pasien yang dicurigai mengalami demam berdarah. Pemeriksaan terhadap trombosit menjadi salah satu informasi yang dapat membantu dokter dalam menentukan diagnosis.“Kalau tidak ada analis ini, dokter itu cuma ibaratnya mendiagnosis, belum pasti. Sekarang harus diperiksa laboratorium dulu,” ujarnya.

Bagi Rieswanti, proses pemeriksaan tersebut menjadi bagian menarik dari profesinya. Tenaga laboratorium berhadapan dengan berbagai sampel tubuh dan mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung.Pemeriksaan mikroskopis, misalnya, dapat digunakan untuk melihat berbagai objek berukuran sangat kecil. Ia mencontohkan pemeriksaan urine yang dapat memperlihatkan keberadaan kristal tertentu.Karena itu, ketelitian dan ketertarikan terhadap proses pemeriksaan menjadi bagian penting dalam profesi TLM.“Kalau sudah termotivasi dan memang dari awalnya sudah suka, bisa terus bertahan lama,” tutur Riswanti.

Pengalaman Pandemi Membuat TLM Semakin DikenalPandemi COVID-19 menjadi salah satu periode yang turut memperlihatkan pentingnya keberadaan tenaga laboratorium kepada masyarakat.Rieswanti menyebut tenaga laboratorium menjadi bagian dari petugas yang berada di garis depan dalam proses pemeriksaan COVID-19, termasuk pengambilan sampel untuk pemeriksaan.“Kayak COVID dulu itu yang garda pertama adalah analis kesehatan, petugas laboratoriumnya,” katanya.

Menurutnya, pandemi turut membuat profesi TLM semakin dikenal masyarakat. Sebelumnya, tidak semua orang memahami siapa yang bekerja di balik proses pemeriksaan laboratorium.Namun, pekerjaan tersebut juga memiliki risiko. Tenaga laboratorium berhadapan dengan sampel pasien yang kondisi kesehatannya belum tentu diketahui secara langsung. Karena itu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas.

Risiko dapat muncul saat melakukan pengambilan darah maupun menangani sampel tertentu. Riswanti menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD), seperti sarung tangan dan masker.

Ia juga menyebut pengambilan darah pada bayi sebagai salah satu tantangan yang membutuhkan keterampilan khusus. Kesalahan dalam proses pengambilan dapat membuat pasien harus mengalami pengambilan sampel berulang.Selain keterampilan teknis, tenaga laboratorium juga dituntut memiliki ketelitian dalam pemeriksaan. Riswanti mencontohkan pemeriksaan malaria yang dilakukan melalui mikroskop.

Karena kasus malaria relatif jarang ditemukan di Kota Malang, tenaga laboratorium tetap perlu memiliki kemampuan untuk mengenali parasit tersebut ketika melakukan pemeriksaan.

Memperkuat Kompetensi melalui Pelatihan

Selama menjalani profesinya, Rieswanti juga mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi di bidang laboratorium.

Sejumlah pelatihan yang pernah diikutinya antara lain Training Principles of Good Laboratory Practices dan Training Implementing an Effective Health and Safety Program in the Laboratory pada 2012 di Jakarta.Pada 2016, ia mengikuti In House Training SNI ISO/IEC 17025:2008, kemudian In House Training Internal Audit pada 2017 dan In House Training Phlebotomy pada 2018.

Di bidang keselamatan dan kesehatan kerja, Riswanti mengikuti Pelatihan K3 Laboratorium yang diselenggarakan DPC PATELKI Kota Malang pada 2019.Pengalamannya dalam pelatihan kemudian turut membawanya terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan profesi. Pada 2022, Riswanti dipercaya menjadi Ketua Pelaksana Pelatihan K3 Batch 3 DPC PATELKI Kota Malang. Pada tahun yang sama, ia juga mengikuti Pelatihan Kredensial.Rangkaian pelatihan tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesional Rieswanti dalam menjalankan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, keterampilan teknis dan perhatian terhadap keselamatan kerja.

Aktif di Organisasi ProfesiSelain bekerja sebagai TLM, Rieswanti juga aktif dalam organisasi profesi Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI).

Ia pernah menjadi pengurus bidang hubungan masyarakat DPC PATELKI Kota Malang dan terus menjalankan peran tersebut hingga saat ini. Dalam kepengurusan periode 2024–2028, Rieswanti juga dipercaya sebagai Wakil Ketua.

Keterlibatannya dalam organisasi menjadi bagian lain dari perjalanan profesional Rieswanti sebagai tenaga laboratorium. Di Kota Malang, tenaga TLM dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan tergabung dalam organisasi profesi tersebut.

Berdasarkan pengalamannya, Rieswanti melihat regenerasi sebagai salah satu hal yang penting bagi keberlanjutan profesi TLM.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk mengenal dan menekuni bidang laboratorium kesehatan.“Semoga ada TLM-TLM kita, generasi penerus kita, yang senang berkecimpung di dalam laboratorium. Semoga lebih banyak lagi,” ujarnya.

Kepuasan dari Membantu Menemukan PenyakitBagi Rieswanti, salah satu hal yang membuat profesi TLM tetap menarik adalah kesempatan untuk membantu menemukan kondisi penyakit pasien melalui pemeriksaan laboratorium.Ia juga menikmati interaksi dengan pasien. Menurutnya, pasien yang datang ke fasilitas kesehatan tidak hanya membutuhkan pemeriksaan, tetapi terkadang juga membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan cerita mereka.“Kalau mereka didengarkan ceritanya itu jadi senang.

Kita bisa memberikan edukasi, bisa menjadi teman curhat mereka,” ungkapnya.Kepuasan lainnya muncul ketika pemeriksaan dapat membantu menemukan penyakit pasien dan memberikan hasil dalam waktu yang lebih cepat.

Di Puskesmas Cisadea, misalnya, terdapat pemeriksaan untuk membantu diagnosis tuberkulosis (TBC). Riswanti menyebut keberadaan alat tertentu memungkinkan proses pemeriksaan dilakukan lebih cepat dibandingkan metode yang membutuhkan waktu lebih lama.

Bagi tenaga laboratorium, hasil pemeriksaan tersebut bukan sekadar angka atau keterangan dalam lembar hasil. Di dalamnya terdapat tanggung jawab untuk memberikan informasi yang dapat membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan kepada pasien.Setelah sekitar 25 tahun berkecimpung di dunia laboratorium kesehatan, Rieswanti berharap profesi TLM terus memiliki generasi penerus. Baginya, semakin banyak tenaga yang tertarik pada bidang laboratorium berarti semakin terbuka peluang untuk menjaga keberlanjutan pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.

“Untuk tenaga laboratorium ini tetap diberikan amanah karena ini cek kesehatan buat semuanya. Semoga bisa ada banyak generasi di bidang kita, masih banyak peminatnya, jadi bisa meneruskan,” pungkasnya.(Raf)