Home Berita TBC Masih Jadi Isu Kesehatan yang Perlu Diwaspadai di Kota Malang

TBC Masih Jadi Isu Kesehatan yang Perlu Diwaspadai di Kota Malang

MALANG – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu isu kesehatan yang mendapat perhatian di Kota Malang. Upaya eliminasi TBC terus dilakukan melalui pemeriksaan dini, termasuk pemeriksaan X-ray dan tes cepat molekuler (TCM), terutama bagi masyarakat yang memiliki gejala atau faktor risiko.

Hal tersebut disampaikan Rieswanti Sunning Kustiarini, Tenaga Laboratorium Medik (TLM) Puskesmas Cisadea, Kota Malang, dalam wawancara pada Minggu (30/8/2026) di Hotel Savana Kota Malang.Rieswanti menjelaskan, pemerintah masih menggalakkan program eliminasi TBC karena penyakit tersebut belum sepenuhnya dapat diberantas. Menurutnya, kondisi lingkungan dan gizi menjadi sejumlah faktor yang berkaitan dengan persoalan TBC.“Pemerintah sekarang menggalakkan program eliminasi TB,” ujar Rieswanti.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas pemeriksaan untuk mendeteksi TBC secara lebih dini. Ia menyebut masyarakat yang mengalami batuk selama dua minggu perlu menjalani pemeriksaan X-ray atau rontgen untuk membantu mendeteksi kemungkinan penyakit TBC.Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap masyarakat dengan kondisi tertentu, termasuk penderita diabetes dan mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, sebagai bagian dari upaya menemukan kemungkinan kasus TBC.Setelah pemeriksaan X-ray, pasien yang memenuhi indikasi selanjutnya dapat menjalani pemeriksaan dahak. Di Kota Malang, pemeriksaan dahak untuk mendeteksi TBC menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Cisadea.Rieswanti mengatakan Puskesmas Cisadea menjadi salah satu puskesmas yang memiliki fasilitas TCM.

Pemeriksaan menggunakan alat tersebut membutuhkan tenaga dengan kompetensi pendidikan minimal D4 atau S1 sesuai bidang laboratorium medis.“Kompetensinya S1 atau D4 untuk pemeriksaan TCM,” katanya.

Menurut Rieswanti, kasus TBC masih menjadi perhatian karena jumlahnya relatif tinggi. Ia juga menyampaikan bahwa di wilayah kerja Puskesmas Cisadea telah terdapat pasien yang menjalani pengobatan dan sebagian telah dinyatakan sembuh.

Namun, Rieswanti tidak menyebutkan secara pasti persentase kasus maupun periode data yang digunakan. Karena itu, angka spesifik mengenai jumlah kasus TBC di wilayah tersebut belum dapat dipastikan dari hasil wawancara.

Pemeriksaan IMS dan HIV

Selain TBC, Puskesmas juga melakukan pemeriksaan terkait infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV. Rieswanti mengatakan pemeriksaan HIV dapat dilakukan melalui pelayanan kesehatan maupun kegiatan skrining di sejumlah lokasi.“Kita juga ada yang kedua itu pemeriksaan infeksi menular seksual. Biasanya menyisir tempat-tempat hiburan, biasanya ada pemeriksaan HIV,” jelasnya.

Meski demikian, Puskesmas Cisadea dalam konteks pelayanan yang dijelaskan Rieswanti lebih berfokus pada pemeriksaan TBC, khususnya melalui fasilitas TCM. Sementara fasilitas pemeriksaan HIV tersedia di puskesmas lainnya di Kota Malang.

Cek Kesehatan Gratis Jadi Upaya Deteksi DiniDi sisi lain, pemerintah juga terus menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai salah satu upaya meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan masyarakat.

Rieswanti mengatakan program tersebut ditujukan agar masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pelaksanaannya mencakup berbagai kelompok masyarakat, termasuk sekolah, masyarakat umum, dan lingkungan industri.“Semua masyarakat seluruh Indonesia itu harus sudah melakukan cek kesehatan gratis satu tahun satu kali,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan sendiri menetapkan Cek Kesehatan Gratis dilaksanakan satu kali dalam setahun untuk membantu menemukan faktor risiko, kondisi pra-penyakit, dan penyakit secara lebih dini. Ketentuan terbaru juga memungkinkan masyarakat mengikuti CKG tanpa harus menunggu hari ulang tahun, dengan batas maksimal satu kali pemeriksaan dalam setahun.

Upaya deteksi dini tersebut menjadi semakin relevan dalam penanganan TBC. Pemerintah Kota Malang sendiri sebelumnya mendapat perhatian pemerintah pusat terkait upaya percepatan penanggulangan TBC. Puskesmas Cisadea juga menjadi salah satu fasilitas yang ditinjau Kementerian Kesehatan dalam pengembangan sistem pelayanan kesehatan terintegrasi.

Dengan pemeriksaan yang lebih mudah diakses dan deteksi yang dilakukan sejak dini, masyarakat diharapkan tidak menunggu kondisi semakin berat sebelum memeriksakan diri. Terutama bagi masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, pemeriksaan menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kesehatan sekaligus mencegah potensi penularan TBC.(Raf)