Home Berita Kampung Klasik Merjosari Angkat Budaya Jatim, Berpeluang Masuk Kalender Event Resmi Kota...

Kampung Klasik Merjosari Angkat Budaya Jatim, Berpeluang Masuk Kalender Event Resmi Kota Malang

Salah satu pengunjung berswafoto dengan salah satu performer penari Suku Osing di area Kampung Klasik IV. (Foto : Rully Novianto/malangsatu.co)

KOTA MALANG — Ajang kreatif Kampung Klasik IV yang diinisiasi oleh warga RW XI, Kelurahan Merjosari, Kota Malang, sukses mencuri perhatian publik. Digelar di Perumahan Vila Bukit Tidar selama empat hari (26–30 Agustus 2026), perhelatan yang mengangkat kekayaan ragam budaya Jawa Timur ini dinilai sangat potensial untuk masuk dalam kalender event tahunan Kota Malang.

Menampilkan Eksotisme Budaya dan Tradisi Lokal

Mengusung tema khusus kebudayaan Jawa Timur, ajang ini melibatkan kolaborasi unik dari 18 RT di lingkungan RW XI. Melalui sistem undian, setiap RT menampilkan replika rumah adat serta tradisi khas daerah masing-masing. Beberapa kebudayaan dan suku yang ditampilkan meliputi: Suku Tengger, Samin, Ponorogo dan Kangean

Penggerak Ekonomi Lokal dan Swadaya Mandiri

Selain menyajikan edukasi budaya yang kental, acara ini juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dengan menggandeng 65 UMKM.

Dari total estimasi anggaran sebesar Rp60 juta, panitia membuktikan kemandirian warga melalui swadaya murni sebesar Rp18 juta, sementara sisanya dihimpun dari partisipasi donatur serta sponsor. Ketua Pelaksana Kampung Klasik 4, Sungging Vera, menekankan bahwa kunci sukses acara ini terletak pada kelancaran dan keramaian sektor UMKM yang terlibat.

Walikota Malang, Wahyu Hidayat berswafoto bersama panitia Kampung Klasik IV, RW XI, Perum Villa Bukit Tidar, Kelurahan Merjosari.

Apresiasi Wali Kota Malang

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut positif pelaksanaan event yang telah memasuki tahun keempat ini. Ia menyatakan kekagumannya atas semangat gotong royong dan kemandirian pengurus RW 11 yang bisa menjadi teladan bagi wilayah lain.

Wahyu menilai bahwa penataan anjungan daerah yang edukatif memberikan pengalaman berharga bagi pengunjung, di mana masyarakat tidak hanya menikmati kuliner UMKM tetapi juga memperluas wawasan kebudayaan.

“Memungkinkan untuk diusulkan sebagai agenda tahunan, nanti akan dikoordinasikan dengan dinas pendidikan, karena event ini mengusung pelestarian budaya, sangat baik untuk masuk dalam ranah pendidikan,” ungkap Wali Kota Wahyu saat membuka ajang ini pada Rabu (26/8/2026) malam. Ke depan, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) akan mendampingi promosi acara ini agar gaungnya semakin luas dan dapat dikembangkan menjadi konsep kompetisi antarwilayah yang berbasis kampung tematik.(rf)