
MALANG — Bendera Merah Putih raksasa sepanjang 600 meter yang membentang di Dusun Krajan Tengah, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, menjadi daya tarik tersendiri menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Tak hanya menarik perhatian warga sekitar, bentangan bendera yang dipasang di atas jalan dusun itu juga menjadi lokasi favorit pelajar untuk berswafoto. Dengan latar belakang Gunung Arjuno-Welirang, suasana tersebut dinilai cocok untuk diabadikan dan dibagikan melalui media sosial sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.
Salah seorang pelajar asal Singosari, Bintang Septian Cahya Putra, sengaja datang bersama ayahnya untuk melihat langsung bendera raksasa tersebut. Ia juga memanfaatkan momen itu untuk berfoto di bawah bentangan Merah Putih.
“Saya datang diantar ayah. Mau foto di bawah bendera. Bagus untuk memperbarui foto di media sosial, sekalian buat konten Hari Kemerdekaan,” ujar Bintang.
Menurut Bintang, keberadaan bendera raksasa tersebut memberikan cara yang berbeda bagi anak muda dalam merayakan HUT RI. Semangat nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui upacara atau perlombaan, tetapi juga dapat dikemas dalam konten kreatif di media sosial.
“Spotnya bagus, menarik karena ukurannya yang Panjang hanya ada satu di tempat ini, tempat lainnya ndak ada,” katanya.
Bendera sepanjang 600 meter itu merupakan hasil kreativitas dan gotong royong warga Dusun Krajan Tengah. Bendera tersebut dijahit oleh seorang warga bernama Titik selama kurang lebih tiga bulan. Biaya pembuatannya dikumpulkan secara swadaya oleh masyarakat.
Koordinator kegiatan, Rahmad Effendy, mengatakan bendera tersebut memang sengaja dipersiapkan untuk menyambut bulan kemerdekaan. Seluruh proses, mulai dari pembuatan hingga pemasangan, dilakukan dengan melibatkan warga setempat.
“Bendera ini dijahit Bu Titik. Waktu penjahitannya tiga bulan. Memang sengaja disiapkan untuk peringatan Agustusan ini,” ujar Rahmad.
Bentangan Merah Putih tersebut dipasang menutupi jalan dusun dan membentuk panorama unik. Dari bawah bendera, pengunjung dapat melihat hamparan kain merah dan putih yang membentang panjang dengan Gunung Arjuno-Welirang sebagai latar belakang.
Pemandangan itu kemudian menjadi magnet bagi anak-anak muda yang ingin mengabadikan suasana peringatan kemerdekaan melalui kamera ponsel.
Bagi para pelajar, berswafoto di bawah Merah Putih bukan sekadar mencari latar foto yang menarik. Momen tersebut menjadi cara sederhana untuk menunjukkan semangat menyambut HUT ke-81 RI sekaligus mengajak teman-teman di media sosial ikut merasakan suasana kemerdekaan. Kreativitas warga Lawang menghadirkan bendera raksasa itu akhirnya menciptakan ruang interaksi baru. Merah Putih tidak hanya berkibar sebagai simbol negara, tetapi juga hadir sebagai bagian dari ekspresi generasi muda dalam memperingati kemerdekaan di era media sosial.(yz/rul










