Home Berita KKN MAs UMM Pamerkan 120 Inovasi, Dorong Karya Mahasiswa Berdampak dan Masuk...

KKN MAs UMM Pamerkan 120 Inovasi, Dorong Karya Mahasiswa Berdampak dan Masuk Industri

MALANG, MALANGSATU.CO – KKN MAs UMM menghadirkan sekitar 120 produk hasil pengabdian mahasiswa melalui Expo Gelar Produk yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKN Muhammadiyah-’Aisyiyah (KKN MAs) 2026 di Malang, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 4.780 mahasiswa dari 49 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Selain menampilkan hasil pengabdian kepada masyarakat, expo tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan berbagai inovasi yang dikembangkan selama menjalani KKN.

Kepala Divisi Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Arina Restian, S.Pd., M.Pd., mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan fun walk dan tour kampus sebelum peserta menuju kawasan Sengkaling untuk mengikuti kegiatan selanjutnya hingga Expo Gelar Produk.

Menurut Arina, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan mahasiswa yang tidak hanya menyelesaikan program pengabdian, tetapi juga menghasilkan karya yang memberikan dampak nyata.“Mahasiswa berdampak sesuai dengan tagline dari KKN MAs dan juga tagline dari kampus UMM, Mandiri, Inovasi, Berdampak,” kata Arina dalam wawancara.

KKN MAs UMM Libatkan Mahasiswa dari 49 PTMAArina menjelaskan, peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut berasal dari berbagai PTMA di Indonesia. Mereka ditempatkan dalam kelompok campuran agar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dapat berkolaborasi selama menjalankan program pengabdian.

Dari total peserta sekitar 4.780 mahasiswa, program pengabdian tersebut mencakup sejumlah skema, mulai KKN MAs di Kabupaten Malang, KKN Berdampak di berbagai wilayah Jawa Timur, KKN Internasional, hingga KKN Gentaskin yang berfokus pada upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur.

“Jadi ini adalah perguruan tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah se-Indonesia,” ujar Arina.Ia menambahkan, mahasiswa peserta KKN berasal dari berbagai semester. Sebagian berada pada semester 4 menuju semester 5, sementara sebagian lainnya merupakan mahasiswa semester 6 menuju semester 7.

Program tersebut juga melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi. Dengan komposisi lintas kampus dan lintas disiplin ilmu, kelompok KKN diharapkan dapat menghasilkan program yang lebih beragam sesuai kebutuhan masyarakat.

KKN MAs UMM Hasilkan 120 Produk InovasiSalah satu bagian utama dalam kegiatan tersebut adalah Expo Gelar Produk yang menghadirkan sekitar 120 stand. Produk yang ditampilkan merupakan hasil pelaksanaan KKN selama satu bulan.

Arina menyebut setiap kelompok terdiri atas sekitar 30 mahasiswa, sementara kelompok kecil beranggotakan sekitar 15 mahasiswa. Selama pelaksanaan, mahasiswa mengembangkan berbagai produk dan teknologi tepat guna sesuai dengan potensi maupun persoalan di wilayah pengabdian.“Jadi ada 120 produk yang diterapkan teknologi tepat guna,” jelasnya.

Sejumlah inovasi yang ditampilkan antara lain teknologi Internet of Things (IoT) untuk bidang pertanian di Batu, pendampingan UMKM, pengembangan kampung wisata, hingga budidaya ikan koi dengan pengembangan warna yang berbeda.

Menurut Arina, keberadaan produk tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan KKN tidak berhenti pada kegiatan sosial atau pendampingan masyarakat semata. Mahasiswa juga diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang dapat digunakan dan dikembangkan lebih lanjut.Karya-karya tersebut sebelumnya telah dipersiapkan bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Arina menyebut proses perancangan program telah dilakukan sekitar enam bulan sebelum pelaksanaan KKN, sementara implementasi di lapangan berlangsung selama program pengabdian.KKN MAs UMM Mulai Diarahkan ke Hilirisasi IndustriArina mengatakan sebagian produk yang dihasilkan mahasiswa telah mulai diarahkan menuju pengembangan lebih lanjut. Namun, ia menegaskan sebagian besar inovasi tersebut masih berada pada tahap pengembangan dan belum seluruhnya masuk ke sektor industri.

Salah satu contohnya adalah teknologi pengolahan air yang dikembangkan mahasiswa di wilayah Malang Selatan. Produk tersebut telah mendapatkan pendampingan dari DPL dan sedang dalam proses pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI).“Untuk patennya sedang proses, karena paten itu sangat selektif sekali, harus didampingi kepakaran DPL dan juga harus ada tindak lanjut dari produk, kontinuitas dari alat tersebut,” kata Arina.

Selain teknologi, mahasiswa juga menghasilkan inovasi yang berkaitan dengan pengembangan UMKM. Di wilayah Pujon, misalnya, mahasiswa mendampingi pelaku UMKM dalam mengembangkan produk keripik dengan inovasi tertentu.Arina mengatakan hasil-hasil tersebut masih memiliki ruang untuk dikembangkan agar tidak berhenti ketika kegiatan KKN selesai.LPPM UMM, lanjutnya, memiliki unit yang menangani hilirisasi sehingga peluang kerja sama dengan industri dapat dikembangkan pada tahap berikutnya.“Next mungkin akan kita kembangkan bekerja sama dengan industri,” ujarnya.

KKN MAs UMM Diharapkan Tak Berhenti di ExpoMenurut Arina, Expo Gelar Produk bukan menjadi titik akhir dari rangkaian pengabdian mahasiswa. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan hasil riset, inovasi, dan teknologi tepat guna yang telah dikembangkan selama berada di masyarakat.Ia berharap karya-karya tersebut dapat terus didampingi oleh DPL sehingga memiliki keberlanjutan setelah mahasiswa kembali ke kampus.“Harapannya ini memang betul-betul ide ini tidak berhenti sampai sini karena menjadi dampak nyata,” kata Arina.

Ke depan, hasil kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi bagian dari luaran akademik mahasiswa, termasuk kemungkinan dikembangkan dalam bentuk yang dapat dikonversikan dengan tugas akhir atau skripsi.Dengan demikian, pengalaman mahasiswa selama berada di masyarakat tidak hanya menghasilkan program kerja jangka pendek, tetapi juga dapat berkembang menjadi karya akademik maupun inovasi yang memiliki manfaat lebih panjang.

Pendanaan KKN MAs UMM Berasal dari Berbagai Sumber

Pelaksanaan berbagai kegiatan dalam program tersebut didukung melalui beberapa sumber pendanaan. Arina menyebut mahasiswa juga didorong untuk kreatif mencari dukungan melalui sponsor.Selain sponsor dan kontribusi mandiri mahasiswa, pendanaan juga mendapatkan dukungan dari kampus serta KKN MAs.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kegiatan pengabdian dan pameran hasil karya mahasiswa dapat berjalan sesuai dengan program yang telah dirancang.Sementara itu, keberadaan sekitar 120 produk dalam Expo Gelar Produk menunjukkan besarnya ragam inovasi yang lahir dari pelaksanaan KKN MAs 2026.

Melalui pendampingan berkelanjutan, UMM dan jejaring PTMA diharapkan dapat membawa karya-karya tersebut dari tahap pengabdian menuju inovasi yang lebih matang, memiliki nilai guna, serta berpotensi dikembangkan bersama masyarakat dan industri.(Raf)