MALANG — Pemerintah Kabupaten Malang resmi memulai langkah strategis untuk mentransformasi wilayah Malang Selatan dari kawasan pariwisata menjadi pusat pertumbuhan industri baru.
Upaya ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan kunjungan kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, bersama jajaran perangkat daerah ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang, Jawa Tengah, pertengahan Juli 2026.
Langkah ini diambil guna mempelajari tata kelola kawasan industri berbasis KEK sekaligus menggali formula investasi yang terbukti sukses mencatatkan realisasi investasi senilai Rp3,3 triliun pada triwulan pertama tahun ini.
Langkah terobosan tersebut ditempuh guna mengikis ketimpangan ekonomi antara kawasan utara dan selatan Kabupaten Malang, sekaligus membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Untuk merealisasikan target tersebut, Pemkab Malang mengintegrasikan perencanaan kawasan peruntukan industri dalam RTRW dengan percepatan pembangun infrastruktur krusial, seperti Jalan Tol Malang Kepanjen yang memasuki tahap lelang menjelang konstruksi 2027, Jalur Lintas Selatan (JLS), serta penyelesaian ruas jalan Gondanglegi Balekambang yang ditargetkan beroperasi penuh pada awal 2027.
Sinergi antardaerah dan kesiapan infrastruktur terkoneksi menjadi kunci utama dalam memikat minat investor untuk menanamkan modalnya di Malang Selatan.
Transformasi kawasan ini tidak hanya sekadar membangun pabrik atau sentra industri, melainkan menciptakan ekosistem ekonomi terpadu yang mampu mendorong pemerataan pembangunan, meningkatkan daya saing daerah, serta memberikan dampak kesejahteraan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Malang secara luas. (AIS/RAF)











