Home Berita Budaya Karnaval Kemerdekaan Masih Berlanjut, Sejumlah Desa di Malang Raya Siapkan Pesta Rakyat

Karnaval Kemerdekaan Masih Berlanjut, Sejumlah Desa di Malang Raya Siapkan Pesta Rakyat

Jopo Sumarah Purbo membawakan tarian Tari Sintren Topeng Tayub (Foto : Rully Novianto / malangsatu.co)

MALANG — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia masih akan berlangsung di sejumlah wilayah Malang Raya. Setelah berbagai perlombaan dan upacara kemerdekaan digelar, masyarakat kembali bersiap menikmati pesta rakyat melalui parade dan karnaval di sejumlah desa.

Karnaval menjadi salah satu agenda yang banyak dinantikan masyarakat setiap bulan Agustus. Jalan-jalan desa berubah menjadi panggung terbuka. Warga dari berbagai usia turun ke jalan, sementara peserta menampilkan beragam kreativitas melalui kostum, kesenian, hingga atraksi bertema kemerdekaan.

Di Kabupaten Malang, sejumlah desa telah menyiapkan agenda karnaval yang berlangsung secara bergantian. Kegiatan tersebut tersebar di beberapa kecamatan dan diperkirakan kembali menghadirkan keramaian di tengah masyarakat.

Rangkaian karnaval dijadwalkan dimulai pada Selasa, 18 Agustus 2026, di Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan.

Sehari berikutnya, Rabu (19/8/2026), kemeriahan karnaval akan berlangsung di tiga lokasi. Masing-masing berada di Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang; Dusun Banaran, Desa Babadan, Kecamatan Ngajum; serta Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan.

Rangkaian pesta rakyat kemudian berlanjut pada Kamis (20/8/2026) di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Sementara itu, masyarakat Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, dijadwalkan menggelar karnaval pada Sabtu (22/8/2026).

Beragam agenda tersebut diperkirakan menjadi magnet bagi masyarakat sekitar. Selain menyaksikan kemeriahan peserta, warga biasanya memanfaatkan momentum karnaval untuk berkumpul bersama keluarga dan mengabadikan berbagai atraksi melalui kamera telepon seluler.

Bagi desa penyelenggara, karnaval bukan sekadar hiburan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkuat semangat gotong royong.

Persiapan karnaval juga biasanya melibatkan warga sejak jauh hari. Mulai dari menentukan konsep, membuat properti, menyiapkan kostum, hingga berlatih untuk menampilkan atraksi terbaik saat berada di sepanjang rute karnaval.

Kehadiran berbagai karakter dan kreativitas dalam karnaval membuat kegiatan tersebut memiliki daya tarik tersendiri. Tidak jarang, penampilan peserta menjadi tontonan yang dinantikan warga hingga memenuhi ruas jalan yang menjadi jalur parade.

Namun, masyarakat yang hendak menyaksikan karnaval juga perlu memperhatikan kondisi lalu lintas. Penggunaan sejumlah ruas jalan sebagai jalur peserta berpotensi menyebabkan kepadatan kendaraan di sekitar lokasi acara.

Warga disarankan mengikuti informasi dari pemerintah desa atau panitia setempat mengenai waktu pelaksanaan dan pengaturan lalu lintas. Jadwal kegiatan juga dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan.

Dengan tersebarnya agenda karnaval di sejumlah wilayah, suasana perayaan HUT ke-81 RI di Malang Raya dipastikan belum berakhir. Pesta rakyat di tingkat desa menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan terus dirayakan melalui kreativitas, kebersamaan, dan partisipasi masyarakat. Bagi warga Malang Raya, rangkaian karnaval tersebut bisa menjadi pilihan hiburan keluarga sekaligus kesempatan untuk menikmati semarak perayaan kemerdekaan yang dikemas dari dan untuk masyarakat sendiri. (dz/rul)