Home Berita Tak Gentar Hadapi Hotel Modern, Hotel Trio Indah Andalkan Pesona Heritage

Tak Gentar Hadapi Hotel Modern, Hotel Trio Indah Andalkan Pesona Heritage

Hotel Trio Indah 2 Kota Malang

MALANG — Di tengah maraknya hotel dengan konsep bangunan modern, Hotel Trio Indah 2 Malang memilih mempertahankan karakter heritage yang menjadi bagian dari identitasnya. Bangunan lama tersebut justru dijadikan nilai pembeda untuk menarik wisatawan, keluarga, hingga tamu yang membutuhkan fasilitas meeting dan acara.

General Manager Hotel Trio Indah 2 Malang, Setyo Hadi, mengatakan pihaknya tidak melihat usia bangunan sebagai hambatan dalam mengembangkan pasar. Menurutnya, karakter bangunan heritage memiliki daya tarik tersendiri yang dapat ditawarkan kepada tamu.

“Kebetulan bangunan kami bangunan heritage, bangunan tua. Jadi kita juga mencari market-nya tanpa minder terhadap bangunan-bangunan baru,” ujar Setyo saat ditemui di Hotel Trio Indah 2 Malang, Rabu (19/8/2026).

Setyo menjelaskan, strategi hotel tidak hanya mengandalkan pasar domestik. Wisatawan mancanegara juga menjadi salah satu segmen yang terus dikembangkan. Sejumlah tamu dari negara seperti Belanda, Spanyol, Inggris, dan Jerman tercatat menjadi bagian dari pasar hotel.

Dari sisi akomodasi, Hotel Trio Indah 2 memiliki total 40 kamar. Fasilitas tersebut terdiri atas empat kamar suite, enam kamar standar, dan 30 kamar superior.

Hotel juga menyediakan dua ruang pertemuan dengan kapasitas berbeda. Salah satunya dapat menampung sekitar 35 orang, sementara ruang lainnya memiliki kapasitas hingga sekitar 300 orang. Fasilitas tersebut memungkinkan hotel melayani berbagai kebutuhan, mulai dari rapat hingga kegiatan dengan jumlah peserta lebih besar.

Selain meeting, hotel membuka layanan untuk berbagai acara pribadi maupun keluarga, termasuk pesta ulang tahun dan pernikahan.

Untuk tarif menginap, harga kamar pada hari biasa berada di kisaran Rp350 ribu hingga Rp450 ribu. Sementara saat akhir pekan atau periode dengan tingkat permintaan tinggi, harga berkisar Rp400 ribu sampai Rp550 ribu.

Meski menawarkan bangunan dengan karakter lama, Setyo menegaskan kualitas pelayanan tetap menjadi perhatian utama. Keramahan staf, kebersihan kamar dan lingkungan hotel, serta kenyamanan tamu menjadi sejumlah aspek yang terus dijaga.

“Yang kami utamakan adalah keramah-tamahan, kebersihan area, kebersihan kamar, dan suasana nyaman untuk stay di hotel,” katanya.

Andalkan Lokasi di Pusat Kota

Selain karakter bangunan, posisi Hotel Trio Indah 2 di pusat Kota Malang menjadi keuntungan lain dalam menjangkau berbagai segmen pasar.

Hotel berada di kawasan yang berdekatan dengan Kayutangan Heritage serta sejumlah fasilitas publik. Rumah Sakit Saiful Anwar dan Polresta Malang Kota, misalnya, berada sekitar 300 meter dari hotel. Sementara Stadion Gajayana berjarak kurang lebih 500 meter.

Adapun Balai Kota Malang berada sekitar satu kilometer dan Stasiun Malang sekitar 1,5 kilometer dari hotel.

Kondisi tersebut membuat pasar hotel tidak hanya berasal dari wisatawan. Keluarga pasien, tamu dengan kepentingan pekerjaan, peserta kegiatan, hingga masyarakat yang memiliki urusan di fasilitas publik sekitar juga menjadi segmen potensial.

Keberadaan pusat oleh-oleh yang berada di depan hotel turut memberikan kemudahan bagi wisatawan yang ingin membeli buah tangan tanpa harus pergi jauh dari tempat menginap.

Hotel juga melihat perkembangan aktivitas masyarakat dan komunitas di kawasan sekitar sebagai peluang. Menurut Setyo, lingkungan hotel berkembang dengan berbagai aktivitas kuliner, komunitas motor custom, hingga pelaku usaha muda.

Salah satu aktivitas kuliner yang cukup menarik perhatian anak muda adalah Pengabdi Sate. Keberadaan berbagai aktivitas tersebut turut menciptakan ekosistem yang mendukung kawasan sekitar hotel.

Tak Hanya Bisnis, Bangun Hubungan dengan Warga

Pengembangan hotel tidak hanya dilakukan melalui strategi bisnis. Hotel Trio Indah 2 juga berupaya membangun hubungan sosial dengan masyarakat di lingkungan sekitar.

Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan “Semarak Pitulasan” pada 19 Agustus 2026. Program yang menjadi bagian dari kegiatan CSR hotel tersebut mengajak warga sekitar untuk merayakan momentum kemerdekaan melalui senam bersama, jalan sehat, perlombaan, hingga sarapan bersama.

Kelompok lansia dan masyarakat di sekitar hotel turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Bagi manajemen, keterlibatan warga menjadi bagian penting dari upaya menciptakan hubungan yang harmonis antara hotel dan lingkungan sekitar.

Hubungan tersebut bahkan tidak berhenti pada kegiatan sosial. Sebagian warga sekitar juga menjadi karyawan Hotel Trio Indah 2 sehingga keberadaan hotel memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

“Kita sebagai hotel yang berdiam di suatu wilayah itu menjadi tetangga yang baik. Kita bertetangga dengan mereka, jadi kita saling menguntungkan,” tutur Setyo.

Menurutnya, setiap hotel memiliki karakter dan potensi masing-masing yang dapat dikembangkan menjadi keunggulan. Karena itu, keterbatasan tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan potensi yang dimiliki. “Cintailah apa yang kita miliki. Jangan memandang kekurangan, tapi carilah sesuatu yang menjadi kelebihan kita untuk kita besarkan dan menjadi daya tarik untuk kita,” pungkasnya.