Home Berita PEMERINTAHAN Bianglala Alun-Alun Kota Batu Mangkrak, DPRD Desak Pemkot Audit Konstruksi dan Penilaian...

Bianglala Alun-Alun Kota Batu Mangkrak, DPRD Desak Pemkot Audit Konstruksi dan Penilaian Aset

Bianglala Alun-alun Kota Batu saat masih beroperasional. (Foto : Rully Novianto/malangsatu.co)

KOTA BATU — Nasib wahana bianglala yang menjadi ikon Alun-Alun Kota Batu hingga kini masih menggantung tak tentu arah. Mangkraknya wahana tersebut sejak tahun 2022 memantik reaksi keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu, yang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) untuk segera mengambil langkah konkret demi alasan keselamatan publik dan kepastian aset.

Anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Didik Machmud, menyoroti tingginya risiko keamanan akibat kondisi fisik wahana yang dibiarkan tanpa kepastian di tengah pusat keramaian. Ia meminta dinas terkait untuk tidak abai dan segera melakukan audit konstruksi secara berkala, termasuk menguji keletihan material (material fatigue), tanpa harus menunggu proses administrasi lelang rampung.

Langkah mitigasi ini dinilai sangat krusial, mengingat wilayah Malang Raya belakangan ini kerap dilanda cuaca ekstrem. “Konstruksi besi dan mekanisnya harus dipastikan tetap kokoh. Jangan sampai menunggu ada kejadian baru bertindak. Jika memang hasil audit menyatakan struktur bangunan sudah tidak layak dan berisiko ambruk, maka opsi pembongkaran harus segera diambil demi keselamatan masyarakat,” tegas Didik.

Tersendat Birokrasi KPKNL dan Hilangnya Potensi PAD

Selain menyoroti aspek keamanan, Didik juga menekan Pemkot Batu untuk bergerak lebih cepat dalam mengurus birokrasi pelepasan aset. Berdasarkan temuan legislatif, proses revitalisasi bianglala saat ini tertahan oleh proses penilaian aset yang belum kunjung usai di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Tanpa adanya hasil penilaian aset yang jelas, proses lelang untuk revitalisasi tidak akan pernah bisa berjalan. Kami mendesak pemerintah untuk lebih proaktif mempercepat urusan administrasi ini agar status aset tidak terus-menerus menggantung,” jelas Didik.

Ia, menambahkan, berlarut-larutnya masalah bianglala ini berimbas langsung pada hilangnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu. Sebagai episentrum wisata, bianglala Alun-Alun Batu selama ini dikenal sebagai magnet yang mampu menyedot ratusan pengunjung setiap akhir pekan berkat harga tiketnya yang sangat terjangkau. Namun, potensi cuan tersebut kini menguap sia-sia lantaran lambannya eksekusi dari pemerintah daerah.(ris/rul)