MALANG — Memasuki hari keempat, upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus digenjot oleh tim gabungan. Sejak api pertama kali dilaporkan berkobar pada Senin (3/8/2026), personel dari BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, Balai Besar TNBTS, hingga unsur relawan tak kenal lelah berjibaku di lapangan.
Pada hari keempat operasi, Kamis (6/8/2026), fokus pemadaman dibagi ke dalam dua titik utama, yakni jalur menuju arah Ranu Pani serta wilayah bagian bawah yang mencakup teritori Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang. Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim per Kamis pagi, luas area yang terdampak sementara akibat karhutla ini telah mencapai sekitar 70 hektare.
Pengerahan Drone Khusus untuk Medan EkstremGuna memaksimalkan penanganan di lapangan, khususnya pada kontur medan yang curam dan tidak memungkinkan untuk dijangkau dengan berjalan kaki, BPBD Provinsi Jawa Timur mendatangkan armada drone khusus langsung dari Surabaya.

Kepala Logistik BPBD Jatim, Suprapto, mengungkapkan bahwa pihaknya mengerahkan 20 personel yang terbagi ke dalam beberapa tugas spesifik guna mempercepat proses pemadaman api.
“Dari BPBD Provinsi saat ini ada kurang lebih 20 personel yang kita terjunkan ke lokasi dan dibagi dua tim, yakni tim pemadaman yang berada di jalur padang savana Bromo, dan tim untuk pemadaman di jalur atas yang menuju Ranu Pani, khusus Savana tim dilengkapi dengan drone,” terang Suprapto kepada malangsatu.co saat ditemui usai apel pagi pada Kamis (6/8/2026) di area Pos Pantau Jemplang TNBTS.
Selain dukungan teknologi udara, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memetakan kekuatan di lapangan. Sesuai hasil evaluasi bersama, kekuatan tim gabungan dibagi menjadi dua sektor besar demi mempersempit ruang gerak api.
Satu tim bergerak fokus menuju arah Ranu Pani, sementara tim lainnya dikerahkan ke wilayah bawah di Probolinggo menyusul laporan kemunculan titik api baru pada Rabu malam.
Keterlibatan para relawan setempat juga turut mempercepat pergerakan tim darat dalam memadamkan api secara manual guna mencegah meluasnya kerusakan kawasan konservasi.
Hingga berita ini ditulis, petugas gabungan masih berupaya keras memadamkan api. Sementara itu akses jalan menuju Ranu Kumbolo dihentikan, sebab banyaknya kendaraan yang mengantar rombongan wisatawan dapat menghambat mobilitas armada milik BPBD. (rm/rul)











